Keamanan Informasi Pertemuan 12
Data Backup dan Disaster Recovery Plan
Data Backup
Backup adalah proses membuat duplikat salinan data penting pada media backup seperti CD/DVD, USB, hard disk eksternal, dll. Tujuan utama dari backup / pencadangan adalah untuk memulihkan data atau file penting ketika tidak sengaja terhapus atau rusak. Pencadangan data harus menjadi prioritas utama dalam pemeliharaan komputer bersama dengan perlindungan virus karena memastikan bahwa data aman jika terjadi bencana. Sangat mudah dan hemat biaya untuk mencadangkan data dibandingkan dengan memulihkan data setelah bencana atau kerusakan sistem.
Tipe Kehilangan Data
- Bencana Alam : Kebakaran, Banjir, Badai, dan Gempa Bumi.
- Human Error : Terhapusnya file atau program secara tidak sengaja.
- Software Corruption : Kompleksitas konfigurasi perangkat lunak.
- Virus Komputer : Serangan program jahat seperti virus, worm, dan trojan.
- Malfungsi Hardware : Kegagalan hardisk, Kegagalan CPU, dll/
- Corrupt File System : Sistem Operasi crash dan data corruption.
Pencadangan Data Online
Pencadangan online adalah metode penyimpanan data di luar lokasi tempat isi hard drive secara teratur dicadangkan ke komputer lain di Internet (server jarak jauh). Ini menghilangkan risiko kehilangan data karena bencana alam. Ini adalah prosedur yang mahal tetapi mencegah hilangnya data jika terjadi bencana karena pencurian, korupsi file, dll. Anda dapat memulihkan data yang hilang dengan aman menggunakan koneksi Internet dan antarmuka browser Web. Pertahankan cadangan online hanya untuk file penting jika pengguna tidak mampu membeli banyak cadangan online.
Tipe Pencadangan Data
a. Full / Normal Data Backup
- Tipe ini menyalin semua file, termasuk file sistem, file aplikasi, file pengguna, dan sistem operasi.
- Kumpulan data lengkap disalin ke tempat yang dipilih atau media cadangan
b. Incremental Data Backup
- Tipe ini hanya menyalin file yang diubah atau dibuat setelah pencadangan terakhir.
- Membutuhkan lebih sedikit waktu dan ruang tetapi mempersulit pekerjaan memulihkan file
c. Differential Data Backup
- Tipe ini hanya menyalin file yang diubah atau dibuat yang telah diubah dari cadangan tambahan atau normal terakhir.
- Membutuhkan lebih sedikit waktu dan ruang dalam memulihkan data dengan cepat.
Disaster Recovery Plan
Disaster recovery plan adalah sebuah rencana yang dibuat untuk kelanjutan sebuah bisnis. Suatu bencana bisa saja terjadi tiba-tiba tanpa kita sadari. Bencana memang tidak bisa dicegah, tetapi tentunya kita dapat mempersiapkan sehingga jika bencana itu datang, kita sudah mempunyai back up plan.
Ada tiga jenis discover recovery plan yan bisa menjadi pertimbangan, tentunya dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing, yaitu:
Cold Site
Cold site adalah tipe disaster recovery plan dengan pembiayaan yang paling murah. Pada tipe ini, kita seperti menyiapkan tempat pengungsian. Jika terjadi bencana, kita sudah tahu ke mana harus pergi. Tetapi pada tipe ini, seperti disebut sebelumnya adalah tempat pengunsian. Untuk masalah IT, tidak disiapkan hardware yang diperlukan, sehingga akan sulit mengakses data-data perusahaan.
Warm Site
Warm site adalah tipe disaster recovery plan yang membutuhkan pembiayaan lebih dari cold site, tetapi dalam hal data, lebih mudah untuk mengakses. Pada warm site ini, selain tempat pengungsian, disediakan juga hardware-hardware yang biasa digunakan/ memiliki spesifikasi yang baik. Namun hardware ini hanya disediakan, belum diinstallasi dengan software-software khusus yang biasa digunanan dalam kegiatan bisnis.
Hot Site
Hot site adalah tipe disaster recovery plan yangmembutuhkan pembiayaan yang paling besar namun mempunyai nilai efisien dan efektivitas yang tinggi. Hot site dibuat persis dengan lingkungan kerja sebenarnya. Dengan hardware dan software yang biasa digunakan serta data-data yang sudah terintegrasi. Hal ini membuat ketika bencana terjadi, hanya tempat bekerjanya saja yang dipindah, tetapi lingkungannya sama dan sudah siap digunakan.
Dalam memilih disaster recovery plan ada banyak hal yang harus dipertimbangan. Besar kecilnya suatu bisnis, banyaknya data yang perlu diaksses, dan faktor-faktor lainnya. Disaster recovery plan membantu perusahaan tetap menjalankan proses bisnisnya walaupun terjadi bencana. Selain itu juga menyelamatkan aset-aset penting ketika terjadi bencana.
0 Response to "Keamanan Informasi Pertemuan 12"
Posting Komentar